Senin, 27 Juli 2015

START YOUR DREAM

START YOUR DREAM - HAJEA


Apakah lo punya mimpi terdalam di hati lo yang pengen lo capai?
Kalau iya, lo musti ambil langkah pertama buat wujudin mimpi lo itu.

Mengambil langkah pertama dalam mencapai mimpi lo barangkali akan jadi hal yang paling sulit buat lo lakuin. Bakal ada pikiran-pikiran buruk yang menghalangi lo buat ambil langkah pertama tersebut. Ketakutan-ketakutan lo untuk hal-hal ke depan yang di luar prediksi atau hasil buruk yang membayangi yang akan jadi batu sandungan buat lo ambil langkah pertama itu.

Di kesempatan ini, gw mau kasih 3 “resep” buat lo lo semua yang punya ketakutan-ketakutan itu. Resep yang buat gw cukup masuk akal sekalipun benernya agak susah dijalankan. Let’s find out guys. At least, we’ll try our best.

1. Jangan nunggu situasi jadi sempurna.
Lo nggak seharusnya nunggu situasi/keadaan lo sempurna buat memulai mimpi lo. Situasi/keadaan gak akan pernah bisa sempurna. Gak peduli gimana atau kapan, akan selalu ada sesuatu yang bikin lo mikir lagi. Entah itu saran orang-orang terdekat, entah itu peristiwa-peristiwa yang terjadi di hidup lo atau teman-teman lo. Akan selalu ada hal-hal untuk lo mikir, “jadi nggak ya?” yang bakal buat lo galau dan endingnya lo gak jadi memulai mimpi lo. Don’t do that guys!
Gw nggak punya basic nulis, gak punya ilmu paten buat jadi penulis. Tapi jadi penulis adalah cita-cita gw, dan gw nekad mulai menulis walau dengan ala kadarnya, walau gw disepelekan, walau gw diremehkan, walau banyak orang yang berpikir ‘apaan tuh nulis? cita-cita kok penulis?’, walau gw gak punya temen sharing bwt mimpi gw, walau gw sendirian dengan mimpi gw. 

2. Jangan nunggu sampai orang lain setuju dengan lo.
Seperti halnya lo gak perlu nunggu situasi jadi sempurna, lo juga gak perlu nunggu sampai orang-orang setuju dengan lo, setuju dengan mimpi-mimpi lo, setuju dengan ide-ide lo, karena selalu bakal ada orang yang berseberangan dengan pandangan-pandangan lo, dan itu normal. Jadi, kalau lo nunggu sampai semua orang terdekat lo setuju dengan mimpi, pandangan, ide, cita-cita, harapan lo, maka lo nggak akan pernah memulai mimpi-mimpi lo.
Sedikit curhat, di tahun 2011 gw sempet bentrok sama nyokap karena mimpi gw yang gw perjuangin. Nyokap pengen gw daftar PNS, sementara cita-cita gw jadi penulis. Di mata nyokap saat itu, menulis bukan profesi, gak bisa jadiin lo sejahtera, atau buruknya bakal bikin lo kere kelaperan. Well, gw kekeuh dengan tekad dan mimpi yang gw perjuangin. Seminggu gw didiemin sama nyokap (untung masih dikasih makan), tapi keadaan berangsur membaik. Barangkali nyokap ngelihat ketekadan, kekekeuhan, dan perjuangan gw yang gak kunjung lelah buat wujudin mimpi gw tersebut. Endingnya sekarang, nyokap justru jadi supporter nomor satu buat profesi gw sebagai penulis. Setiap kali buku gw terbit, nyokap gak mungkin gak ikut bantu promoin baik ke sodara, tetangga dan juga teman-temannya. Bahkan tiap kali ada event atau sayembara nulis yang nyokap tahu, doi selalu kasih brosur/selebaran/infonya ke gw dengan tampang menantang “nih, lo kerjain nih!”. Hahahaaa, can’t believe we did it mom. You’re my best.
So, passion lo, mimpi-mimpi lo, itu mutlak milik lo, bukan milik orang lain (not even your families). So take your first step to build your dream. Chase it! Follow your heart! But remember, don’t forget to take your brain too. #LOL

3. Jangan nunggu sampai kemampuan/keahlian lo bagus.
Kadang kita mikir kalau kita musti punya kemampuan/keahlian yang baik buat memulai sesuatu, memulai mimpi kita. Tapi kenyataannya adalah, lo bakal bisa belajar lebih banyak dari ‘memulai’ daripada ‘menunggu’ kemampuan lo jadi baik. Learning by doing jadi cara yang paling ampuh buat meraih mimpi lo itu (menurut gw). Salah nggak apa-apa daripada nggak pernah memulai. Salah bagian dari belajar, bagian dimana pada akhirnya nanti lo bisa memiliki kemampuan yang baik.
Pendidikan gw sarjana ekonomi, gw nggak pernah belajar secara spesifik di akademi kepenulisan, gw juga gak pernah duduk di bangku kuliah fakultas sastra, tapi gw punya passion menulis. Jadi, gw mulai belajar menulis dengan mulai menulis. Gw bikin cerita pendek, novel, puisi, esai dll di komputer gw dan gw save, gw baca sendiri, terkadang dulu gw pamerin ke kakak gw buat doi baca. Lalu gw belajar berkenalan dengan penerbit, cari tahu sistem kerja mereka, cari tahu apa yang musti gw lakuin buat ajuin proposal naskah ke mereka, dan i got it! Genk Brodol, Chrysan, I Love You Bodoh, Don’t Trust Anyone, Memotret Perempuan, Dear Bodoh resmi jadi buku yang bisa dinikmati para pembaca.
So guys, ini sedikit cerita gw tentang memulai mimpi. Gw nggak bermaksud kasih nasehat (siapa gw?) ke kalian, apalagi bermaksud membujuk kalian buat ngelakuin apa yang gw lakuin. BIG NO! Hidup lo, mutlak hidup lo, pilihan lo jelas pilihan lo sendiri. Di sini gw cuma mau sharing doang. So, thank you for reading. Byeeeee…